Kominfo Gandeng Asosiasi Blockchain Indonesia Kembangkan Ekosistem

Wecome Cannon Ball Project di Portal Ini!

REPUBLIKA.CO. Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mendukung pengembangan standar dan kebijakan untuk mengatasi industri, meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap teknologi, dan berbagai proyek kolaborasi lainnya. Kominfo Gandeng Asosiasi Blockchain Indonesia Kembangkan Ekosistem

Samuel A., Direktur Jenderal Badan Penerangan, mengatakan: “Fakta bahwa organisasi ini memiliki peran penting sebagai wadah bagi para pelaku industri untuk bekerja sama menyelesaikan permasalahan industri, guna mempercepat pengembangan biosida di Indonesia.” . Hal itu disampaikan Pangerapan pada Kamis (2 Januari 2024) dalam keterangan yang diterima di Jakarta.

Kerja sama Kominfo dengan A-B-I yang mencakup salah satu perguruan tinggi swasta yang menjadi anggota kehormatan A-B-I salah satunya diwujudkan melalui kajian penyusunan peta lingkungan teknologi di Indonesia. Xiaomi Redmi Pad Siap Menuju di Filipina, Kapan Masuk Indonesia?

Penelitian peta berfokus pada implementasi protokol, pengembangan produk/proyek, pengembangan dan presentasi bakat, presentasi aset, NFT dan Metaverse, dan game Web3.

“Organisasi ini dapat menjadi fasilitator dan mediator antara pemerintah dan pelaku industri, melakukan reformasi lanskap industri sehingga pemerintah dapat melakukan perubahan kebijakan,” kata Samuel.

Implementasi Blockchain di Indonesia terus berkembang, dengan partisipasi industri sebesar 50%. Sementara itu, perluasan kegiatan usaha yang terdaftar di Indonesia Web3 Landscape 2023, peningkatan keanggotaan asosiasi, dan pendaftaran 1.629 perusahaan di KBLI 62014 semuanya terkait dengan kegiatan yang memajukan teknologi, dan penggunaan teknologi blockchain. sudah masuk terlalu banyak di berbagai bidang. Manajemen pasar dan sistem manajemen sumber daya.

Peta data dan data di atas menunjukkan pentingnya peran lingkungan penelitian desain dalam memandu perkembangan industri dan kebutuhannya, termasuk infrastruktur, kebijakan, dan sumber daya manusia (SDM).

“Hal ini tidak hanya berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi teknologi Indonesia, tetapi juga ekosistem dan memberikan lapangan kerja bagi talenta-talenta Indonesia,” kata Samuel.

Perwakilan Konkuk University, Profesor Meyliana, mengatakan selain pemanfaatan sumber daya manusia, pihaknya juga berharap adanya kebijakan yang jelas, biaya perizinan yang murah, dan pengenalan teknologi dalam e-Government.

Meyliana menyampaikan harapannya agar hasil kajian desain lingkungan ini dapat mendukung pengembangan pedoman bagi industri dan akademisi.

Sementara itu, Ketua Umum A-B-I Robby mengatakan kerja sama dengan Kominfo merupakan langkah yang diambil asosiasi dan pemerintah dalam percepatan pembangunan lingkungan hidup. Kominfo Gandeng Asosiasi Blockchain Indonesia Kembangkan Ekosistem

Mengingat teknologi blockchain masih baru di Indonesia, organisasi ini menyediakan berbagai kolaborasi antara masyarakat umum untuk mempelajari teknologi blockchain dan mengeksplorasi penerapannya dalam bisnis dan kasus penggunaan.

“Kami berharap acara ini dapat menarik perhatian dunia usaha di seluruh dunia yang ingin terlibat dalam program unik yang membantu anak-anak negara,” kata Danny, Wakil Presiden Blockchain A-B-I.

Danny mengatakan upaya ini merupakan bagian dari komitmen A-B-I untuk menjadikan Indonesia pemimpin dalam pengembangan teknologi di kawasan dan dunia.