Indonesia Predikat ‘Tubuh Terpendek Dunia’, Ini Faktor yang Bisa Pengaruhi Tinggi Badan

Wecome Cannon Ball Project di Website Kami!

Republik Jakarta – Organisasi independen World Population Review (WPR) merilis daftar negara dengan rata-rata jumlah penduduk terendah di dunia untuk tahun 2023. Dalam kajian sampling dan metodologi, orang Indonesia dinyatakan sebagai orang terpendek di dunia dengan panjang badan tinggi rata-rata 157 sentimeter. Indonesia Predikat ‘Tubuh Terpendek Dunia’, Ini Faktor yang Bisa Pengaruhi Tinggi Badan

Setelah gelar ini datang Bolivia, yang lebih panjang dua sentimeter menjadi 159 sentimeter. Filipina adalah negara berpenduduk paling sedikit ketiga di dunia. Rata-rata tinggi badan di negara tetangga Indonesia adalah 161 cm. Buang Air Besar Sebaiknya Dilakukan Pagi Hari, Mengapa?

Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi tinggi badan. Genetika, nutrisi, dan lingkungan seringkali berperan dalam menentukan tinggi badan.

“Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal berarti bayi di seluruh dunia memiliki kurva usia-tinggi yang sama. Sejak masa bayi dan seterusnya, faktor genetik ikut berperan,” kata pakar nutrisi masyarakat Tan Schott. kata dr Yen (MHum) kepada Cannon Ball Project, Selasa (30 Januari 2024).

Dr. Tan menyinggung cara mencegah hambatan sejak usia dini. Sejak bayi Anda lahir, penting untuk memastikan tumbuh kembang anak Anda secara optimal.

“Untuk mencegah kelahiran pendek selain menghambat, seperti kelainan hormonal (hipotiroidisme), pemerintah telah mulai melakukan skrining hipotiroidisme pada bayi baru lahir,” kata Dr Tan.

Dr Tan menilai ada beberapa faktor yang sering mempengaruhi tinggi badan, antara lain genetik, pola makan, dan gaya hidup sehari-hari. Namun jika berbicara tentang aktivitas tertentu, ia menyebutkan bahwa ia tidak melakukan aktivitas khusus untuk menambah tinggi badannya.

Dr Tan mengingatkan kita tentang lima pintu stunting. Pertama, ketika ibu hamil mengalami anemia, kurang energi kronis, dan lingkar lengan atas kecil, maka bayinya berisiko mengalami BLBR atau anemia.

Kedua, inisiasi menyusu dini tidak terjadi saat lahir. Kemungkinan lain, tingginya kegagalan pemberian ASI eksklusif karena ibu tidak memahami keterikatan. Ketiga, pemberian ASI eksklusif gagal, anak sering sakit, beralih ke susu formula, dan intoleransi laktosa.

Keempat, MPASI memiliki kelemahan dari segi kuantitas dan kualitas. Kelima, anak sering sakit, dan vaksinasi juga membingungkan. Indonesia Predikat ‘Tubuh Terpendek Dunia’, Ini Faktor yang Bisa Pengaruhi Tinggi Badan

Stunting dapat dicegah, namun hanya jika keluarga bersedia didukung dalam lima cara untuk mencegah stunting: melek huruf, pendidikan, kebersihan, vaksinasi dan perencanaan keuangan. Belum jelas apakah rata-rata perawakan pendek orang Indonesia disebabkan oleh stunting. Namun, pemerintah diketahui sedang giat menangani masalah ini.

Stunting merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan perawakan pendek dibandingkan anak pada usia yang sama. Sederhananya, stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada anak yang terutama disebabkan oleh kurangnya asupan gizi pada masa pertumbuhan.